Waktu berlalu. Selera berubah.
Hanya sekedar penikmat musik saat ini.
Sense untuk review nya memudar.
Tapi segera akan diperbaiki.
Review baru akan segera muncul.
ASAP.
Terimakasih.
Anda sudah pasti kenal NOAH, band pop rock Indonesia, hasil transformasi dari band Peterpan. Band yang diawaki Ariel (vokal), Uki (gitar), David (kibor), Lukman (gitar) dan Reza (drum) menjawab harapan publik musik di Indonesia disaat demam boyband dan girlband ala Korea masih melanda, dengan album pertama yang berjudul Seperti Seharusnya.
NOAH - Seperti Seharusnya (2012)
Bila dibandingkan dengan karya mereka semasa masih bernama Peterpan, karya kali ini secara garis besar tersirat kesedihan. Vokal Ariel kadang terdengar seakan bergumam walaupun artikulasi kata-katanya jelas. Kalem walaupun nada-nada yang dihasilkan bertempo cepat. Apakah ini sebagai bentuk kedewasaan dan kematangan vokal Ariel, ataukah merupakan refleksi suasana hati yang sedih akibat kasus yang menderanya?
Dan secara musikalitas, lagu-lagu di album ini tidak menonjolkan bebunyian apapun; gitar, drum dan kibor berpadu membentuk satu kesatuan lagu yang utuh dan manis. Akibatnya yang "bersuara" disini bukanlah nada-nadanya, tapi nuansa dan liriknya.
Masih ingat dengan Alanis Morissette, penyanyi solo cewek ini? Yaa, cewek yang dikenal dengan lagu "You Oughta Know" ini kembali merilis album teranyar (kedelapan) berjudul Havoc and Bright Lights yang dirilis tanggal 22 Agustus 2012. Alanis kembali menggebrak dengan melepas singel Guardian sebagai pembuka dari album ini, singel yang cukup menghentak dan menjanjikan bahwa album baru ini mempunyai potensi yang bagus.
Kini sebagai seorang istri dan ibu, cewek asal negara Kanada ini dalam mengungkapkan ide dan perasaan dalam album ini terasa lebih tenang, lembut, kritis dan menggugah - tidak lagi menghujat. Pada beberapa lagu, terasa nuansa tenangnya. Bahkan penulis berandai bila lagu ini didengar dalam suasana tenang, seseorang akan hanyut dalam kepasrahan dan kedamaian. Coba dengar lagu Til You.
Pearl Jam, grup musik alternatif asal Seattle, AS, kembali merilis album live -nya. Penulis mencatat hanya dua album live yang dirilis Pearl Jam sampai saat ini, yaitu Live On Two Legs (1998) dan yang terbaru Live On Ten Legs (Jan, 2011), walaupun diskografi live album yang dirangkum Wikipedia menyatakan lebih dari dua album. Tapi terus terang penulis hanya mendengarkan dua album live tsb. Kalau yang lain mungkin akan penulis dengar suatu saat nanti.
Pearl Jam; Live On Ten Legs (2011)
Sekilas, Pearl Jam adalah band yang berdiri tahun 1990, dimasa pada saat itu jenis musik Grunge mulai berkibar. Ada yang bilang Nirvana mempelopori musik Grunge, dan Pearl Jam adalah band yang sukses jualan musik Grunge.
Berbeda dengan album Live On Two Legs yang menyajikan rekaman tur Pearl Jam selama tahun 1998, Album live terbaru ini menyajikan pilihan rekaman tur Pearl Jam dari tahun 2003 sampai 2010. Dan terasa bahwa band ini lebih "menggigit" di album live daripada album rekamannya. Terasa ada energi semangat dalam bermusik dan penghayatan yang baik pada lagu pelan.
Setlist album:
1. Arms Aloft (cover)
2. World Wide Suicide
3. Animal
4. Got Some
5. State of Love And Trust
6. I Am Mine
7. Unthought Known
8. Rearview Mirror
9. The Fixer
10. Nothing As It Seems
11. In Hiding
12. Just Breathe
13. Jeremy
14. Public Image (cover)
15. Spin the Black Circle
16. Porch
17. Alive
18. Yellow Ledbetter
Yang menarik adalah Pearl Jam menyertakan dua lagu cover (lagu atau musik orang/band lain yang dinyanyikan kembali) dan mencantumkannya sebagai pembuka album. Pilihan aneh sebetulnya, apalagi lagu Daughter (dari album Vs) tidak termasuk, padahal lagu ini sangat dikenal atau populer dikalangan penggemar Pearl Jam.
Di album live ini, Pearl Jam seakan membuktikan kepada penggemarnya bahwa musik mereka masih relevan sampai saat ini. Bagi yang belum pernah melihat langsung band ini manggung secara live, saya rasa album ini cukup mewakili atmosfer dari penampilan panggung dari Pearl Jam.
Rating: 3.5 of 5 stars
Personil Pearl Jam saat ini:
- Eddie Vedder (vokal,gitar)
- Mike McCready (gitar)
- Stone Gossard (gitar)
- Jeff Ament (bass)
- Matt Cameron (drums)
Seperti yang pernah saya sebutkan di post terdahulu, bahwa pesonil Alter Bridge menyebutkan band ini kembali aktif setelah album terbaru Creed terbaru keluar dan menjalani beberapa tur, ternyata memang terjadi. Bulan Oktober 2010 ini, band dengan vokalis Myles Kennedy ini kembali merilis album baru yang diberi nama “AB III” (Jangan salah persepsi dengan nama grup pop asal Indonesia AB Three, ya? Hahahaha…).
Setelah cukup sukses dengan album kedua “Blackbird” yang menegaskan ciri grup ini yang lebih keras (baca: Heavy) dari Creed, ternyata pada album baru ini semakin dipertebal (baca lagi: more Heavy), sehingga pada dua sampai tiga kali penulis mendengarkan seluruh album ini penulis mengalami kesulitan menemukan benang merah antara album kedua dengan album terbaru band ini.
Anda mungkin bertanya-tanya kenapa saya memperbandingkan grup ini dengan Creed? Baiklah, bagi anda yang belum tahu, bahwa sebenarnya Alter Bridge dan Creed ini mempunyai personil aktif yang sama, kecuali hanya pada vokalisnya. Alter Bridge mempunyai vokalis bernama Myles Kennedy, sedangkan Creed bernama Scott Stapp. Personil lainnya adalah sama yaitu Mark Tremonti (lead gitar), Brian Marshall (bass) dan Scott Phillips (drum).
Personil Alter Bridge menyatakan bahwa AB III adalah album bernuansa “gelap”. Dalam sebuah wawancara, Myles Kennedy menyatakan bahwa secara lirik, album baru ini lebih gelap dan “berkaitan dengan banyak keraguan” – tidak seperti album sebelum nya yang cenderung positif dan penuh harapan. Dan secara musikal, mereka mempunyai intensitas dan memasukkan hal yang “gelap” kedalamnya. Mark Tremonti pun menyampaikan pandangannya bahwa album ini adalah refleksi apa yang terjadi pada saat ini. Ini merupakan rekaman yang berkaitan dengan “mood” saat itu dimana Myles Kennedy sedang diguncang iman dan kepercayaannya. Tapi Tremonti menambahkan, masih ada lagu berlirik positif di album terbaru ini.
Track list:
1. "Slip to the Void" 4:55
2. "Isolation" 4:15
3. "Ghost of Days Gone By" 4:28
4. "All Hope Is Gone" 4:51
5. "Still Remains" 4:47
6. "Make It Right" 4:18
7. "Wonderful Life" 5:22
8. "I Know It Hurts" 3:57
9. "Show Me a Sign" 5:58
10. "Fallout" 4:24
11. "Breathe Again" 4:24
12. "Coeur d'Alene" 4:33
13. "Life Must Go On" 4:34
14. "Words Darker Than Their Wings" 5:21
Sebagai catatan, di album baru ini, Myles Kennedy ikut menyumbangkan permainan gitarnya sebagi lead gitar -- yang diakui Myles merupakan hal yang baru baginya.
Sebagai penilaian, album baru Alter Bridge ini penulis rating3 of 5 stars...
Album album Alter Bridge:
1. One Day Remains (2004)
2. Blackbird (2007)
3. AB III (2010)
Pada bulan September 2010, band rock terkenal ini kembali menerbitkan album terbaru yang diberi judul "A Thousand Suns". Album ini menjadi ditunggu tunggu penggemar LinkinPark (disingkat LP), mengingat pada album terakhir (Minutes To Midnight) LP mulai mengalami pergeseran kadar 'kekentalan' rock yang dibawakannya -- dengan kata lain mulai 'lunak'.
Penulis jadi penasaran akan album baru LP -- apakah mereka akan kembali ke 'akar' musik mereka, nu-metal, untuk merebut kembali simpati penggemar lama ataukah ada sesuatu yang baru mereka tawarkan.
Akhirnya terjawab sudah. Memiliki dan mendengarkan album baru LP ini penulis merasa aneh dan janggal. Musik mereka makin berubah drastis dan semakin jauh meninggalkan akar Nu-Metal. Lebih berasa 'Hip Hop' daripada Nu-Metal. Bahkan porsi gitar ritem Brad Delson semakin berkurang. Gebukan drum pun digantikan semacam 'drum machine' atau mungkin drum elektronik. Dan Chester Benington terdengar hanya menyanyi 'biasa', tidak lagi 'berteriak' seperti biasa. Bahkan di satu lagu (Blackout), Chester malahan nge-rap!
Butuh tiga hari bagi penulis memahami musik yang ditawarkan album baru LP ini. Hari pertama yang penulis rasakan hanya kekecewaan karena terlalu drastis perubahan yang dilakukan LP. Hari kedua, penulis mulai mencoba memaklumi kenapa terjadi perubahan 'style' bermusik LP. Dan hari ketiga, seberapapun harapan yang tinggi terhadap musik LP, penulis ternayata menikmatinya!
Ada pengamat yang lain mengatakan bahwa album ini album 'terburuk' yang dikerjakan LP. Tapi bagi penulis, tidak. Album ini layak untuk didengarkan.
Argumennya? Begini...
Musik atau lagu dibuat berdasarkan keinginan pencipta lagu untuk didengarkan pendengarnya. Bukan sebaliknya lagu diciptakan berdasarkan keinginan pendengarnya (kalau seperti itu mending pendengar yang bikin lagu sendiri,bukan?).
Nah... Dalam konteks ini, album ini merefleksikan kecendrungan apa yang disukai personil LP (terutama Mike Shinoda) yang mulai terasa sejak proyek sampingan Mike Shinoda, FortMinor -- yang murni berjenis Hip Hop. Dan ini berimbas kepada LinkinPark.
Jadi bagi penggemar awal LP, bersiaplah kecewa dengan album baru ini. Tapi bagi siapapun pencinta musik, album baru LP ini layak didengarkan.
Rating : 3/5 stars (3 of 5 stars)
Track List:
1. "The Requiem" 2:01
2. "The Radiance" 0:57
3. "Burning in the Skies" 4:13
4. "Empty Spaces" 0:18
5. "When They Come for Me" 4:53
6. "Robot Boy" 4:29
7. "Jornada del Muerto" 1:34
8. "Waiting for the End" 3:51
9. "Blackout" 4:39
10. "Wretches and Kings" 4:10
11. "Wisdom, Justice, and Love" (Linkin Park, Martin Luther King,Jr.) 1:38